Minggu, 30 Desember 2012

API DALAM LAUT (Bukti Kebenaran Al-Qur’an)


“dan laut yang di dalam tanahnya ada api” (Q.S. Ath Thuur : 6)
“Sesungguhnya di bawah lautan ada api dan di bawah api ada lautan”. (Hadits Rasulullah SAW)

Kata yang digunakan dalam ayat di atas ialah “sajara”, yang menyalakan tungku pembakaran hingga membuatnya panas atau mendidih, sehingga dalam persepsi orang zaman dahulu, semasa Qur’an diturunkan 1400 tahun yang lalu, api dan air adalah sesuatu yang bertentangan. Air mematikan api sedangkan api itu menguapkan air. Lalu bagaimana mungkin dua hal yang berlawanan dapat hidup berdampingan dalam sebuah ikatan yang kuat tanpa ada yang rusak salah satunya ??

Ayat Al-Qur’an itu telah menjelaskan sruktur bumi itu sendiri. Ini terbukti dengan teori pemisahan lantai laut (seafloor spreading) yang menyebabkan magma di bawah kerak bumi keluat dengan tekanan yang kuat ke permukaan di bawah laut.
Setelah Perang Dunia II, para peneliti turun dan menyelam ke dasar laut dan samudera dalam rangka mencari alternatif berbagai barang tambang yang sudah nyaris habis cadangannya di daratan akibat konsumerisme budaya materialistik manusia sekarang ini.

Mereka dikejutkan dengan rangkaian gunung berapi (volcanic mountain chain) puluh ribu kilometer di tengah-tengah seluruh samudera bumi yang kemudian mereka sebut sebagai “gunung-gunung tengah samudera” yang sebagian besar terdiri dari bebetuan berapi (volcanic rocks) dan dapat meledak layaknya ledakan gunung berapi yang dahsyat melalui sebuah jaring retak yang sangat besar di kedalaman mencapai 65 km.

Suhu di beberapa lautan melebihi 1.000 derajat celcius. Namun sebegitu banyak, air laut atau samudera tetap tidak mampu memadamkan bara api magma tersebut. Dan sebaliknya, magma yang sangat panas pun tidak mampu memanaskan air laut dan samudera. Berlawanan : air dan api di atas dasar samudera bumi merupkan saksi hidup dan bukti nyata atas kekuasaan Allah SWT yang tiada batas. Contoh tanah yang diambil dari dasar laut kedalaman 3.000 m, tidak ada seseorang pun yang berani mendekat karena sangat panasnya. Begitu stapler contoh tanah dibuka, maka keluarlah tanah dan uap air panas yang suhunya mencapai 3.000 derajat celcius.

Terbukti pula dengan beragam dahlil dan bukti bahwa semua air yang ada di bumi dikeluarkan oleh Allah SWT dari dalam bumi melalui ledakan-ledakan vulkanik dari setiap gunung berapi. Pecahan-pecahan berbatu bumi menembus lapisan ini hingga ke dalaman tertentu mampu mencapai lapisan lunak bumi. Di dalam lapisan lunak bumi dan lapisan bawahnya, magma vulkanik banyak dibanding debit air yang ada di permukaan bumi.

Dari sinilah tampklah kehebatan hadist Nabi Muhammmad SAW ini yang menetapkan sejumlah fakta-fakta bumi yang mencengangkan dengan sabda beliau : “Sesungguhnya di bawah lautan ada api dan di bawah api ada lautan”, sebab fakta-fakta ini baru terungkap dan baru bisa diketahui oleh umat manusia pada beberapa tahun terakhir dan hanya bisa dengan menggunakan peralatan modern abad 20. Gunung Laut terdekat dari Saudi Aeabia, tempat diturunkan Al-Qur’an 1400 tahub yang lalu, berada di Laut Arab, sekitar 800 km di Timur Selatan Negara Oman, jadi tidak mungkin Rasulullah Muhammad SAW pergi dan menyelam sejauh itu.

Pelansiran fakta-fakta ini secara detail dan sangat ilmiah dalam hadist Rasulullah SAW menjadi bukti tersendiri akan kenabian dan kerasulan Muhammad SAW, sekaligus membuktikan bahwa ia selalu terhubung dengan wahyu langit dan diberitahu oleh  Allah sang maha pencipta langit dan bumi. Maha benar Allah yang menyatakan : “Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli, sedang dia berada di ufuk yang tinggi”. (QS.An Najm :3-7)

Meski Rasulullah SAW memiliki banyak mukjizat fisik seperti menyembuhkan orang lumpuh, membelah bulan, berbicara dengan binatang seperti Nabi Sulaiman, para sahabat berjalan di atas laut, memberi makan ribuan orang dengan sedikit makanan, dan masih sekitar 300 mukjizat lainnya tapi tetaplah Al-Qur’an ialah mukjizat terbesar dan sepanjang masa, karena banyak ayat Al-Qur’an yang baru dapat dibuktikan oleh peralatan modern pada abad terakhir, mulai dari astronomi, geologi, biologi, mathematic, chemistry, oceanography dan semua bidang.

Sebuah mukjizat terbesar berupa sebuah kitab yang diturunkan melalui seorang Al-Amin (tidak pernah berbohong) yang tidak dapat membaca di zaman kuno kepada umat terakhir yang pintar selalu membaca buku di zaman modern dan baru dapat dibuktikan oleh peralatan termutakhir. Siapa lagi yang mewahyukan jika bukan PENCIPTA ALAM SEMESTA ???
Jadi, satu bukti lagi…….ISLAM TERBUKTI BENAR……