Rabu, 08 Mei 2013

MUKZIJAT ALLAH,99 ASMAUL HUSNA PADA TELAPAK TANGAN

image
  Tahukah sahabat,
garis utama kedua telapak tangan kita,
(lihat gambar), bertuliskan dalam
angka Arab yaitu : |/\ pada telapak
tangan kanan, artinya : 18 dan /\|
pada telapak tangan kiri, artinya : 81
Jika kedua angka ini dijumlahkan,
18+81 = 99
99 adalah jumlah nama/sifat Allah,
Asmaul Husna yang terdapat dalam
Al-Quran !
Bila 18 dan 81 ini dirangkaikan, maka
terbentuk angka 1881.Angka ini adalah
angka kelipatan 19 yang ke-99 !
( 19 x 99 = 1881 )
Seperti diketahui angka 19 adalah
fenomena tersendiri dalam Al-Quran,
yang merupakan bukti kemukjizatan
al-Quran.
- Tahukah anda, bahwa ruas-ruas
tulang jari (tapak tangan maupun
telapak kaki) anda, terkandung jejak-
jejak nama Allah, tuhan yang sebenar
pencipta alam semesta ini. Kalau
nggak percaya bisa didemonstrasikan.
Silakan perhatikan salah satu tapak
tangan anda (bisa kanan bisa kiri).
Perhatikan lagi dengan seksama:
jari kelingking ==> membentuk huruf
alif
jari manis, jari tengah, & jari telunjuk
==> membentuk huruf lam(double)
jari jempol (ibu jari) ==> membentuk
huruf ha’
Jadi jika digabung, maka bagi anda
yang mengerti huruf Arab akan
mendapati bentuk tapak tangan itu
bisa dibaca sebagai Allah (dalam
bahasa Arab).
Maka benarlah firman Allah SWT :
“Kami akan memperlihatkan kepada
mereka tanda-tanda Kami di segala
wilayah bumi dan pada diri mereka
sendiri, hingga jelas bagi mereka
bahwa Al-Quran itu adalah benar.
Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya
Tuhanmu menjadi saksi atas segala
sesuatu?” QS. Fushshilat 41:53
KEAJAIBAN SIDIK JARI
Ilmu pengetahuan modern
menyingkap banyak hal yang
membuat keimanan
seorang mukmin terhadap keterangan
Al Qur-an semakin mantap. Ayat-ayat
Allah di dalam Al Qur-an menjadi
benar-benar jelas tergambar dan
terbukti kebenarannya manakala kita
melihat bukti-bukti nyata
dalam alam semesta dan kemajuan
ilmu pengetahuan. Dalam kasus
pembunuhan misalnya, Polisi dapat
mengidentifikasi kejahatan
berdasarkan sidik jari yang
ditinggalkan oleh pelaku di tubuh
korban. Hal ini disebabkan struktur
sidik jari setiap orang berbeda satu
dengan lainnya. Bila kelak penjahat itu
telah ditemukan maka untuk
membuktikan kejahatannya sidik
jarinya akan dicocokkan dengan
sidik jari yang ada dalam tubuh
korban.. Maka si penjahat tidak dapat
memungkiri perbuatannya di
hadapan polisi.
Karena itu pula seorang yang mau
menggunakan ATM (Anjungan tunai
Mandiri) di masa depan mungkin
tidak perlu lagi menggunakan kode-
kode PIN yang perlu dia ingat. Cukup
dengan menaruh telapak tangan di
atas mesin yang dapat
mengidentifikasi dirinya. Jumlah uang
yang
diinginkan pun tidak perlu ditekan-
tekan lagi tetapi cukup dengan
diucapkan dan komputer akan
menerjemahkannya dalam bahasa
angka. Berapa jumlah uang yang
Anda minta akan diberikan dan uang
di
rekening Anda akan dipotong dengan
sendirinya.
Pintu rumah di zaman yang akan
datang tidak perlu lagi dikunci dengan
alat kunci tradisional tetapi bisa
dibuka oleh alat sensor yang hanya
mengenal jari-jari orang tertentu
saja… Demikian juga stir mobil akan
mengenal hanya pengemudi tertentu
saja karena ada sensor yang
mengenal jari pemiliknya.
Keistimewaan pada jari jemari
manusia menunjukkan kebenaran
firman Allah yang menyatakan bahwa
segala sesuatu ada bekasnya. Allah
tidak akan menyia-nyiakan bekas-
bekas ini untuk dituntut di yaumil
akhir nanti.
Sesungguhnya Kami menghidupkan
orang-orang mati dan Kami
menuliskan apa yang telah mereka
kerjakan dan bekas-bekas yang
mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu
Kami kumpulkan dalam Kitab Induk
yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. 36.
Yaasin:12)….wallahua’lam bisshawab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar